Sejarah Desa

Legenda Desa (Sasakala)

  1. Pada zaman dahulu desa Margamukti nama desanya bukan desa Margamukti melainkan desa Cijurey ketika itu diganti dengan nama Margamukti karena mempunyai arti Marga itu artinya jalan dan Mukti itu kemakmuran atau yang bisa diartikan “jalan menuju kemakmuran”.
  2. Pada Zaman dahulu Desa Margamukti mempunyai kepercayaan untuk menyediakan sesaji atau sesajen ketika ada hajatan, musim panen tiba, atau pun sedekah dll.
  3. Pada bulanmuludan atau yang sekarang biasa diistilahkan dengan memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, dengan mengadakan sedekah atau menyediakan makanan di masjid atau balai desa.
  4. Setiap musim kemarau panjang masyarakat desa Margamukti suka mengadakan ritual atau yang biasa di sebut “munjung” dengan cara berdo’a dan membawa makanan atau sesaji ke makam keramat yang sekarang disebut makam “dawolong”. Sekarang kebiasaan tersebut diganti dengan sholat istisqo dilapangan.
  5. Di dusun Dog-dog masyarakat setempat ada kebiasaan ketika ada pengemis datang ke rumah untuk meminta-minta ada kebiasaan untuk memberikan sedekah atau uang karena masyarakat dusun dog-dog mempunyai keyakinan ketika mereka tidak memberikan sedekah kepada orang yang meminta-minta maka gunung atau pasir yang mengelilingi dusun dog-dog akan runtuh atau longsor jadi masyarakat dusun dog-dog selalu memberikan sedekah kepada orang yang suka minta-minta ke rumah.
  6. Di dusun Cimanggu mempunyai kebiasaan ketika ada seorang ibu hamil melahirkan, masyarakat dusun cimanggu mempunyai kebiasaan untuk menunggu ibu serta anak bayi yang baru dilahirkan selama selang waktu 40 hari karena dipercaya masih ada makhluk gaib yang akan mengganggu si bayi dan ibu yang telah melahirkan.
  7. Masyarakat desa Margamukti mempunyai keyakinan ketika hari selasa dan hari sabtu tidak boleh membuang sampah, sedangkan hari senin dan sabtu tidak boleh mengeluarkan/menjual beras/padi/hewan ternak.
  8. Setiap perantau yang akan berangkat usaha jarang menggunakan hari sabtu dan larangan bulan dan naptu 6.
  9. Pada jaman dahulu sabagian besar masyarakat Margamukti mempunyai adat istiadat kepercayaan yaitu pada bulan-bulan tertentu mempercayai tidak diperkenankan punya hajat seperti pernikahan dan khitanan terutama pada bulan sapar dan hafit, kalau dilanggar akan terjadi malapetaka bagi orang yang mempuyai hajat.
  10. Menjelang tanam padi,disetiap sudut pematang sawah diberi sesaji berupa nasi tumpeng berukuran kecil dan lainnya.Begitu juga ketika menjelang musim panen masyarakat membuat tumpeng, dengan harapan akan mendatangkan berkah bagi petani. Biasanya hal itu dilakukan oleh orang yang dianggap sepuh dan sambil memetik beberapa batang pohon padi untuk diambil sebagai bibit.
  11. Kepercayaan penduduk desa Margamuktisetiap menjelang hajatan baik pernikahan maupun khitanan, calon pengantin diharuskan ziarah ke makam orang tua, sehari sebelum hajatan dilaksanakan, kemudian memasang sesaji baik di rumah, sumur, dan tempat lainnya. Dan sudah dilakukan oleh sesepuh (punduh), kalau tidak dilaksanakan dikhwatirkan akan mendatangkan malapetaka.
  12. Setiap ada orang yang meninggal sebelum dibawa ke pemakaman, sanak saudara almarhum supaya nyulup(berjalan keliling 3 kali dibawah mayat/katil yang sedang dipikul). Tindakan ini dipercayai agar arwah almarhum/ah tidak membayangi kehidupan mereka

 

Terbentuknya Desa Margamukti

Desa Margamukti merupakan salah satu Desa pemekaran dari Desa Cileuya yang ada  di Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan, desa yang berdiri pada tanggal 9 Januari 1892 dan diberi nama Desa Cijurey yang  terdiri dari 50 RT, 10 RW dan 6 Dusun. Pada Tahun 1944 Desa Cijurey diganti dengan nama Desa Margamukti Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan.

Tata cara memilih Kuwu/Kodrah di Desa Margamukti menurut cerita adalah : Dihitung dari jumlah masyarakat yang duduk dihadapan calon Kepala Desa Terpilih, misalnya Calon Kepala Desa A jumlah pendukung yang duduk dihadapannya ada 100 orang, dan dihadapan Calon Kepala Desa B ada 95 orang, maka Pemilihan Kepala Desa / Kuwu dimenangkan oleh Calon Kepala Desa A.